Advertisement

Tampilkan postingan dengan label Kutai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2011

Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai atau Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga. Diduga ia belum menganut agama Hindu.

Peninggalan terpenting kerajaan Kutai adalah 7 prasasti yupa, dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Prasasti yupa berupa tiang-tiang batu untuk mengikat hewan kurban. Salah satu yupa mengatakan bahwa, "Maharaja Kudungga mempunyai seorang putra bernama Aswawarman yang disamakan dengan Ansuman (Dewa Matahari). Aswawaman mempunyai 3 orang putra, yang paling terkemuka adalah Mulawarman.

Mulawarman merupakan raja termasyur Kutai. Ia pernah menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Untuk memperingati hal itu, para brahmana mencatatnya dalam prasasti yupa. Salah satu prasasti juga menyebut kata Waprakeswara yaitu tempat pemujaan terhadap Dewa Syiwa.

Perkembangan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Bukti tertua adanya pengaruh India di ndonesia adalah ditemukannya arca Budha dari perunggu di Sempaga, Sulawesi Selatan. Arca ini berlanggam seni arca Ammarawati, India Selatan. Arca sejenis juga ditemukan di Jember, Jawa Timur, dan di daerah Bukit Siguntang, Sumatera Selatan. Perkembangan Kebudayaan India di Indinesia juga ditunjukkan pula oleh adanya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu Budha.

Berikut ini kerajaan-kerajaan Hindu Budha yang ada di Indonesia :
a. Kerajaan Kutai
b. Kerajaan Tarumanegara
c. Kerajaan Sriwijaya
d. Kerajaan Mataram
e. Kerajaan Kediri
f. Kerajaan Singasari
g. Kerajaan Majapahit